Kapalku melaju
Membelah sungai Melaka
Menapaki percik-percik sejarah dan perjalanan peradaban
Rumah-rumah tua, toko-toko, dan gedung tinggi
Sebuah perspektif tentang bergeraknya dunia
Tentang kemajuan yang tak melupakan akarnya
Di telingaku irama musik Melayu berdendang
Di kulitku angin sore Melaka menerpa
Di hatiku perjalanan ini takkan kulupa
Dan aku telah membingkai potret orang-orang yang baru kutemui
yang memberikan kehangatan tanpa terkecuali:
Orang Melayu, India, China, dan Arab
Tak perlu lagi banyak penjelasan
Kita semua saudara
Melaka, 30 September 2010
