Posted On Desember 16, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Mengapa Tuhan menciptakan rindu?
Yang membuatku mencari definisi
dari setiap kata yang menguap di udara
Melewati jarak yang membentang
Menyinggahi tempat-tempat yang tak terbayangkan

Bagaimana Tuhan menciptakan rindu?
Ia bukan malaikat
Ia tak datang dari cahaya
Adakah ia hadir dari cinta?
Atau harapan yang tak sempat terucap
Atau warna yang tak sempat terlukiskan
Atau benang kusut yang tak sempat diluruskan

Entah mengapa
Entah bagaimana
Tapi pasti Tuhan tahu
Rindu itu ada. Disini. Dan tak pergi kemana-mana

(Jogja hari ini)

Untitled

Posted On September 18, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

Untuk setiap jarak yg kutempuh
Aku tak pernah tahu akankah ada dirimu
Untuk setiap ruang yg kutempati
Tak selalu di salah satu sudutnya ada dirimu
Dan untuk setiap waktu yg terlewati
Aku tak bisa berharap selalu ada dirimu

Sejauh apapun, seluas apapun, selama apapun…
Semoga kita masih menyimpan harapan dan cinta yang sama

Jarak, ruang, dan waktu…
Biarlah kita menghiasinya dengan kesabaran dan untaian doa

Semoga…
Jarak dan waktu takkan lagi memisahkan
Di suatu masa yg tak kutahu kapan
180909

p.s. i love you

I Carry Your Heart with Me

Posted On Juli 11, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

I carry your heart with me (I carry it in my heart)
I am never without it (anywhere i go you go ,my dear;
and whatever is done by only me is your doing, my darling)
I fear no fate (for you are my fate,my sweet)
I want no world (for beautiful you are my world,my true)
and it’s you are whatever a moon has always meant
and whatever a sun will always sing is you

Here is the deepest secret nobody knows
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life; which grows
higher than the soul can hope or mind can hide)

and this is the wonder that’s keeping the stars apart…

I carry your heart (I carry it in my heart)

(a poem by E.E. Cunnings. I know this from the movie “In Her Shoes” and I think it’s such a wonderful poem! I really love this!)

WAJAH PEREMPUAN INDONESIA

Posted On April 21, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Aku melihat perempuan Indonesia
Berdiri meminta-minta di jalan-jalan dekat lampu merah
Di atasnya terik matahari sebagai payung
Di dalam gendongannya seorang bocah ingusan tak berdosa
Di sekelilingnya orang-orang memandang acuh, tak suka, curiga, namun ada pula yang iba

Aku melihat perempuan Indonesia
Bekerja di pasar-pasar yang sumpek dan becek
Di sekelilingnya sayur mayur, daging, tahu, tempe, sampai bumbu-bumbu masakan
Di dahinya peluh tercipta, namun ia tetap tekun bekerja

Aku melihat perempuan Indonesia
Yang kuat, enerjik, dan penuh semangat
Berjuang dari lapangan ke lapangan, pertandingan ke pertandingan, negara ke negara
Di pipinya terurai air mata mendengar “Indonesia Raya”
Di dadanya rasa bangga tertanam, bangga akan bangsa

Aku melihat perempuan Indonesia
Wajahnya cerah sepanjang perjalanan menuju sekolah
Di wajahnya terlukis senyuman
Di tangannya tergenggam tas penuh berisi buku-buku pelajaran
Di pundaknya tersimpan tanggung jawab mencerdaskan anak bangsa
Meski hatinya berteriak akan gaji yang tak jua diterimanya selama beberapa bulan

Aku melihat perempuan Indonesia
Yang teguh dalam idealismenya
Menuangkan ide dan pikiran-pikirannya
Membagikan manis dan pahit kisah hidupnya
Mengisi ruang-ruang kosong lewat kata
Menghadirkan inspirasi lewat tulisan-tulisannya

Aku melihat perempuan Indonesia
Yang tegas dan berani mengambil keputusan
Tutur katanya berarti harga diri bangsa
Kebijakannya berarti nasib rakyat
Tanggung jawabnya ialah kesejahteraan masyarakat

Aku melihat perempuan Indonesia
Yang cantik, yang seksi, yang gemerlap
Penuh dinamika kisah hidup yang selalu jadi bahan berita
Ia banyak muncul di televisi, di sana-sini
Namun seakan ia kekurangan ruang pribadi dalam hidupnya tuk sekedar bernapas dan merenung

Aku melihat perempuan Indonesia
Di sini, di sana
Menjelma dalam berbagai sosok berbeda
Membawa impian dan cita-cita
Bergerak dengan bebas tanpa tembok-tembok penghalang yang dikisahkan Kartini pada masanya

Aku melihat diriku
Aku melihat perempuan Indonesia

Yogyakarta, 21 April 2009

Arus Mundur

Posted On Maret 13, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped one response

sambil menatap layar segi empat
aku terseret arus denting piano
lembut, meneduhkan, sekaligus memilukan
potret-potret masa lalu berhamburan
semua yang pernah terekam kini tak lagi nyata

tawa itu…tawa yang tergambar di wajah mereka
inginku merasakannya lagi
tawa yang temani bunga-bunga musim semiku
tawa yang sejukkan musim panasku
tawa yang sempurnakan indah warna musim gugurku
tawa yang menghangatkan putihnya salju pertamaku


Yogyakarta, 080309
merindukan semua tentang korea

Untitled

Posted On Februari 23, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped 3 responses

Di matamu kulihat dunia
Manis dan pahit realita
Di matamu kulihat sebersit sepi
yang membuatku senantiasa menyukuri hari

Kamu kamu dan kamu
Semua
Menyimpan masa depan yang masih misteri
Juga harap yang takkan pernah berhenti

Semoga tangan-tangan ini pun takkan lelah
Tuk menggapai
Tuk berbagi kasih
Di sini…

Yogyakarta, 19 Februari 2009

Untuk cinta di “Sayap Ibu”

Kita

Posted On Februari 8, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Aku menyusuri jalan panjang yang kau tempuh hingga usiaku kini
Tak ada yang lain, yang kutemukan hanya cinta dan pengorbanan
Kau telah benar-benar menyusurinya, namun terkadang aku tak mengerti
Kita tak selalu sepaham
Bahasamu tak selalu bahasaku
Maknaku tak selalu maknamu

Perjalanan panjang ini pernah menggores luka dan menumpahkan air mata
Namun jangan sampai kita berhenti belajar tuk saling memahami
Menerjemahkan cinta…
yang telah, dan akan selalu di hati

Jogja, 17 Desember 2008
*buat mama

Cintamu Selalu

Posted On Februari 8, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response

Selalu
Cintamu melingkari hari-hariku
Di sini, di sana…
Dekat, jauh…

Selalu
Engkau bergiat dengan segala peluh
Sedari pagi, sewaktu aku masih terlelap

Kau tak selalu bisa terjemahkan kasihmu lewat kata
Juga tak selalu bisa tunjukkan sayangmu lewat belaian
Cukuplah kedewasaanku yang mengartikan seluruh pengorbananmu
Dan cinta yang takkan surut oleh waktu

Selalu
Aku merindukanmu
Dalam doa-doa yang terbang ke langit
Dalam doa-doa yang diamini malaikat

Surga…semoga di telapak kakimu

*buat Mama yang selalu menjagaku, dan akan selalu begitu…

Bekasi, 5 Desember 2008

PAGI DI TANAH PARA NABI

Posted On Januari 24, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped leave a response


Matahari yang menyapa dari timur

Adalah sebuah awal yang selalu terulang

Setiap pagi, setiap hari

Dan pada saat itu pula cerita perjuangan selalu dimulai

 

Aku menatap dari balik jendela sebuah bangunan yang dulu adalah rumah

Namun kini hanya menyisakan bentuk yang tak utuh

Aku menatap keluar, ke tanah yang dipenuhi puing-puing sisa kehidupan

Yang tak pernah menyurutkan asa tuk menghidupkannya lagi di masa depan

Aku menatap dari balik jendela sebuah bangunan yang dulu adalah rumah

Di luar sana, tanah lapang tak lagi dipenuhi anak-anak kecil sebaya

Kecuali anak-anak yang berlarian ketika dentum senjata merajalela

Di sana legam, tak dihiasi canda tawa

Aku menatap dari balik jendela sebuah bangunan yang dulu adalah rumah

Tak ada anak-anak riang berangkat ke sekolah

Yang ada adalah anak-anak yang mencoba bertahan

Untuk sekedar makan dan mengumpulkan tenaga tuk lakukan perjuangan

Tanah tempatku bersujud adalah harapan

Tembok tempatku bersandar adalah kekuatan

Dan senyum ayah bunda yang tlah tiada adalah doa

“Ya Allah…beri kami kesabaran tuk perjuangkan tanah kami, tanah para nabi…”

Yogyakarta, September 2008

Bantu Palestina dengan 4D:

Dakwah

Demonstrasi

Dana

Doa

Semua adalah pilihan kita. Sejauh mana kita peduli?

DI SUATU SORE

Posted On Oktober 19, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped 2 responses

(1)

Aku duduk sendiri di sini

Hanya untuk menikmati jus kesukaan: sirsak

Kental, manis, segar, dan cita rasanya yang khas

Komposisi sempurna, meski hidup tak selalu serupa itu

Aku duduk sendiri di sini

Hanya untuk menikmati jus sirsak

Sambil menyegarkan pikiran sebelum ujian

Juga semrawutnya perasaan

(2)

Aku duduk sendiri, dengan jus sirsak di hadapan

Mencoba menguraikan senyawa-senyawa kata

Mecoba memberikan makna

Untuk suatu bahasa kasih yang kadang terasa menyakitkan

Tuhan, aku lelah hidup dalam ekspektasi manusia-manusia itu,

Yang bagi mereka begitu agung, suci, dan tinggi

Aku selalu jujur kepada-Mu, namun mereka tak mengerti

181008

Seperti ini…

Sedari dulu aku begini…

Halaman Berikutnya »